ANGGARAN RUMAH TANGGA

ANGGARAN RUMAH TANGGA

 BAB I

KEANGGOTAAN

Pasal 1

Anggota biasa adalah Doktor Ekonomi warga Negara Indonesia yang memperoleh gelar pada strata pendidikan tinggi (S1, S2 atau S3).

 Pasal 2

  1. Anggota luar biasa adalah mereka yang mempunyai dasar dan minat dalam ilmu ekonomi.
  2. Anggota kehormatan :
    1. Mereka yang telah memberikan sumbangan-sumbangan positif ke arah tercapainya tujuan Ikatan Doktor Ekonomi Indonesia.
    2. Doktor-doktor Ekonomi bukan warga Indonesia yang dianggap telah berjasa kepada Ikatan Doktor Ekonomi Indonesia.

 Pasal 3

  1. Permintaan anggota biasa dan luar biasa diajukan dengan jalan mengisi formulir permohonan menjadi anggota dan pernyataan persetujuan terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IDEI yang selanjutnya disampaikan kepada Pengurus Cabang.
  2. Bila di daerah tempat tinggal calon anggota tersebut tidak terdapat cabang IDEI, maka permohonan dapat disampaikan melalui Cabang terdekat.
  3. Keputusan diterima atau tidaknya menjadi anggota biasa dan anggota luar biasa ditetapkan secara tertulis oleh pengurus Cabang dengan tembusan kepada Pengurus Pusat.
  4. Pengurus Cabang dapat menolak permohonan menjadi anggota dan atau membatalkan keanggotaan apabila terdapat bukti-bukti bahwa pemohon telah pernah melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan Azas dan Tujuan Ikatan Doktor Ekonomi Indonesia atau mempunyai idiologi yang bertentangan dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.
  5. Pengurus Pusat dapat membatalkan keanggotaan apabila terdapat bukti-bukti baru bahwa pemohon pernah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan Azas, dan tujuan Ikatan Doktor Ekonomi Indonesia atau mempunyai idiologi yang bertentangan dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

 

Pasal 4

  1. Keanggotaan mulai berlaku pada tanggal ditetapkannya penerimaan calon anggota dimaksud sebagai anggota oleh Pengurus Cabang, dan dianggap sah menjadi anggota setelah menerima Kartu tanda Anggota IDEI.
  2. Kartu Anggota IDEI dikeluarkan oleh Pengurus Pusat.
  3. Masa berlaku Kartu Anggota adalah 5 (lima) tahun, selama anggota masih mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga IDEI.

 

BAB II

HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA

 Pasal 5

  1. Anggota biasa mempunyai hak :
    1. Hak bicara
    2. Hak Suara
    3. Hak dipilih dan memilih
  2. Anggota luar biasa dan anggota kehormatan mempunyai hak bicara.
  3. Anggota biasa, anggota luar biasa dan anggota kehormatan berhak untuk mengikuti semua kegiatan Ikatan Doktor Ekonomi Indonesia.
  4. Hak suara tidak dapat diwakilkan.
  5. Tiap anggota berhak mendapat perlindungan dan pembelaan dalam ia melaksanakan kegiatan profesinya sebagaimana yang dimaksud dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Ikatan Doktor Ekonomi Indonesia.

 

Pasal 6

Setiap anggota wajib menjujung tinggi Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan segala peraturan dan keputusan yang sah yang ditetapkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Doktor Ekonomi Indonesia.

 

BAB III

BERAKHIRNYA KEANGGOTAAN

 Pasal 7

  1. Seorang anggota dapat berakhir keanggotaannya karena :
    1. Meninggal dunia
    2. Permintaan sendiri secara tertulis dan setujui Pengurus Cabang.
    3. Dicabut keanggotaannya.
  2. Keanggotaan dapat dicabut karena :
    1. Melakukan perbuatan yang bertentangan dengan Azas dan Tujuan Ikatan Doktor Ekonomi Indonesia.
    2. Lalai selama 12 bulan berturut-turut tidak membayar uang iuran anggota atau,
    3. Melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan dan nama baik Ikatan Doktor Ekonomi Indonesia.

 

Pasal 8

  1. Pencabutan Keanggotaan dilakukan berdasarkan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
    1. Pencabutan Keanggotaan harus didahului dengan pemberhentian sementara.
    2. Pemberhentian sementara harus didahului dengan memberikan peringatan tertulis kepada anggota yang bersangkutan.
    3. Pemberhentian sementara dijatuhkan oleh Pengurus Cabang.
    4. Pengurus Cabang harus segera mempertanggungjawabkan keputusan pemberhentian sementara kepada Rapat anggota Cabang dimana yang bersangkutan menjadi anggota paling lambat 30 x 24 jam setelah keputusan tersebut diambil.
    5. Anggota yang dikenakan pemberhentian sementara, dibebaskan dari hak dan kewajiban sebagai anggota.
  2. Pengurus Cabang Wajib melaporkan tentang pemberhentian sementara atas seorang atau beberapa anggota kepada Pengurus Pusat selambat – lambatnya 7 x 24 jam dari saat pemberhentian sementara ditetapkan oleh Pengurus Cabang.
  3. Pencabutan Keanggotaan ditetapkan oleh Pengurus Pusat. Pengurus Pusat wajib melaporkan Pencabutan Keanggotaan tersebut kepada Kongres.
  4. Pengurus Pusat berhak mencabut kembali pemberhentian sementara yang telah dijatuhkan oleh Pengurus Cabang.
  5. Dalam hal luar biasa, Pengurus Pusat dapat secara langsung mencabut keanggotaan seseorang atau beberapa orang Anggota dengan memberitahukan kepada Pengurus Cabang dan melaporkannya kepada kongres.

 

Pasal 9

  1. Setiap anggota yang dikenakan pemberhentian sementara berhak mengajukan pembelaan diri secara tertulis dan lisan kepada rapat anggota cabang.
  2. Setiap anggota yang dikenakan pemecatan, berhak mengajukan pembelaan diri secara tertulis dan lisan kepada Pengurus Pusat.

BAB IV

KEUANGAN

 Pasal 10

  1. Sumber-sumber keuangan terdiri :
    1. Uang pangkal

Semua anggota wajib membayar uang pangkal sekaligus pada waktu diterima menjadi anggota.

  1. Uang Iuran

Semua anggota wajib membayar uang iuran bulanan.

  1. Sumbangan yang sah dan tidak bertentangan dengan azas serta tujuan Ikatan Doktor Ekonomi Indonesia.
  2. Hasil usaha dan pendapatan lain yang sah dan tidak bertentangan dengan azas dan tujuan Ikatan Doktor Ekonomi Indonesia.
  1. Besarnya uang pangkal dan uang iuran bulanan ditetapkan oleh Pengurus Pusat.

 

Pasal 11

Pengurus Cabang menyerahkan sebesar 25% dari penerimaan uang pangkal dan uang iuran bulanan kepada Pengurus Pusat.

 

Pasal 12

  1. Untuk hal tertentu Pengurus Pusat dan atau Pengurus Cabang dapat mengadakan usaha-usaha atau pencarian sumber dana tersendiri selama tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IDEI (Ikatan Doktor Ekonomi Indonesia).
  2. Pengurus Pusat dan atau Pengurus Cabang dapat menyerahkan pelaksanaan dari usaha atau pencarian sumber danan dimaksud pada ayat 1 pasal ini kepada orang lain atau badan atau suatu Panitia yang ditunjuk olehnya dan orang atau badan atau suatu Panitia tersebut bertanggung jawab kepada Pengurus Pusat dan atau Pengurus Cabang.

BAB V

RAPAT-RAPAT

 Pasal 13

  1. Rapat diselenggarakan sesuia dengan ketentuan sebagai berikut :
    1. Rapat anggota Cabang diadakan sekurang-kurangnya dua kali dalam masa jabatan pengurus.
    2. Rapat Pengurus Cabang diadakan sekurang-kurangnya satu kali dalam tiga bulan.
    3. Rapat Pengurus Pusat diadakan sekurang-kurangnya satu kali dalam tiga bulan.
  2. Rapat anggota Cabang berkewajiban dan berwenang untuk :
    1. Memberikan pernyataan terhadap pertanggungjawaban kerja yang disampaikan oleh Ketua Pengurus Cabang.
    2. Memberikan dan menyampaikan saran dan pendapat mengenai rumusan rencana kerja Pengurus Cabang.
  3. Rapat anggota Cabang Luar Biasa adalah rapat yang diadakan atas permintaan sekurang-kurangnya dua per tiga jumlah anggota.
  4. Kongres Luar Biasa dapat diadakan atas permintaan sekurang-kurangnya dua per tiga jumlah anggota.
  5. Rapat Anggota dan atau Rapat Anggota Luar Biasa dan atau Rapat Pengurus dan atau Rapat sidang Pleno dan atau Kongres dapat dinyatakan sah apabila memenuhi kuorum.
  6. Rapat Anggota, Rapat Anggota Luar Biasa, Rapat Pengurus, Rapat Sidang Pleno dan Kongres dapat dinyatakan teerbuka atau tertutup oleh Pimpinan Rapat.

 

Pasal 14

  1. Kuorum Rapat Anggota, Rapat Anggota Luar Biasa, Rapat Pengurus, Rapat Sidang Pleno dan Kongres dinyatakan sah apabila dihadiri lebih dari separuh anggota dan atau pengurus dan atau peserta/utusan.
  2. Apabila Kuorum belum tercapai meskipun seluruh anggota telah diundang, rapat ditunda.
  3. Apabila setelah penundaan berlangsung, dan seluruh anggota diundang lagi namun kuorum masih belum tercapai, maka Rapat Anggota dapat dilanjutkan dan semua keputusan yang diambil dalam rapat dinyatakan syah.

 

Pasal 15

  1. Jika dipandang perlu, Pengurus dapat mengundang bukan anggota untuk turut hadir pada Rapat Pengurus.
  2. Orang yang diundang sebagaimana yang dimaksud dalam ayat 1 pasal ini tidak mempunyai hak suara dan hanya dapat berbicara atas persetujuan pimpinan rapat.

 

Pasal 16

  1. Kongres dipimpin oleh Ketua Umum atau salah seorang anggota Pengurus Pusat.
  2. Rapat Pemilihan Ketua Umum Pengurus Pusat dipimpin oleh salah seorang peserta Kongres yang dipilih oleh Kongres.
  3. Kongres menetapkan tata tertib persidangan Kongres.
  4. Rapat Pengurus Pusat dipimpin oleh Ketua Umum atau salah satu Ketua Pengurus Pusat.
  5. Rapat Anggota Cabang dipimpin Ketua Pengurus Cabang.
  6. Rapat Pengurus Cabang dipimpin oleh Ketua atau salah seorang wakil Ketua Pengurus Cabang.

 

Pasal 17

Kongres berkewajiban dan berwenang untuk :

  1. Memberikan pernyataan terhadap pertanggungjawaban yang disampaikan oleh Ketua umum Pengurus Pusat.
  2. Memilih dan menetapkan Ketua Umum Pengurus Pusat.
  3. Membentuk Badan Khusus untuk suatu penugasan untuk kepentingan IDEI, apabila diperlukan.
  4. Menetapkan waktu dan tempat Kongres.

 

Pasal 18

Sidang Pleno berkewajiban dan berwenang untuk :

  1. Memberi pendapat atas pelaksanaan program yang telah ditetapkan Kongres dan apabila dianggap perlu dapat mengadakan penyempurnaan.
  2. Mempersiapkan, menyampaikan usul dan rumusan pendahuluan untuk Kongres berikutnya.

 

BAB VI

SUARA

 Pasal 19

  1. Dalam kongres maka suara Cabang adalah :
    1. Dalam Kongres setiap Cabang memiliki satu suara
    2. Dalam Kongres jumlah suara yang dimiliki Pengurus Pusat adalah 17 suara.
  2. Dalam Rapat Anggota Cabang, setiap anggota biasa memilki satu suara.
  3. Dalam Rapat Anggota Cabang, setiap anggota Pengurus Cabang memilki satu suara.

 

BAB VII

PENGURUS

Pasal 20

  1. Susunan dan keanggotaan Pengurus Pusat ditetapkan oleh Ketua Umum terpilih dengan memperhatikan secara sungguh-sungguh saran dan pendapat yang berkembang selama Kongres.
  2. Ketua Umum Pengurus Pusat, paling lambat 30 x 24 jam setelah dipilih oleh Kongres, telah menetapkan dan menyampaikan susunan Pengurus lengkap kepada Ketua-ketua Cabang.
  3. Susunan dan Keanggotaan Pengurus cabang ditetapkan oleh Ketua Cabang terpilih dengan memperhatikan secara sungguh-sungguh saran dan pendapat yang berkembang selama Rapat Anggota.
  4. Ketua Pengurus Cabang terpilih, paling lambat 30 x 24 jam setelah dipilih oleh Rapat Anggota Cabang, telah menetapkan dan menyampaikan susunan pengurus lengkap kepada Pengurus Pusat dan anggota cabang.
  5. Pengurus Pusat bertanggung jawab kepada Kongres dan Pengurus Cabang bertanggung jawab pada rapat anggota.
  6. Pengurus harus menjujung tinggi dan melaksanakan segala sesuatu yang diwajibkan oleh Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan segala peraturan dan keputusan yang sah yang ditetapkan Pengurus Pusat.
  7. Dengan semakin berkembangnya ilmu ekonomi yang menjurus kepada arah pengembangan cabang-cabang, susunan pengurus dapat disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan tersebut yang penetapannya dilakukan oleh Pengurus Pusat.

 

BAB VIII

PERSETUJUAN KHUSUS

Pasal 21

  1. Apabila dipandang perlu, Pengurus Pusat dapat meminta persetujuan para Ketua Cabang dengan menyampaikan secara tertulis saran atau pertanyaan yang disertai dengan penjelasan secukupnya kepada semua Pengurus Cabang untuk mendapatkan tanggapan.
  2. Paling lambat 30 hari setelah disampaikannya permintaan persetujuan khusus tersebut, Pengurus Cabang wajib memberikan jawaban tertulis atas saran atau pertanyaan tersebut.
  3. Jika dalam tempo 30 hari tersebut tidak ada jawaban tertulis dari salah satu atau beberapa Pengurus Cabang, saran tersebut dianggap diterima, karena Pengurus Pusat dapat menetapkan kebijaksanaan yang sesuai dengan pendapat terbanyak dari saran tertulis yang dari Pengurus Cabang lainnya.
  4. Pengambilan keputusan oleh Pengurus Pusat atas persetujuan khusus tersebut wajib disampaikan selambat-lambatnya 7 x 24 jam kepada seluruh Pengurus Cabang.

 

BAB IX

PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

 Pasal 22

  1. Anggaran Rumah Tangga hanya dapat diubah oleh Kongres atas usul yang diajukan oleh Pengurus Pusat atau oleh sekurang-kurangnya dua per tiga jumlah cabang yang hadir.
  2. Perubahan Anggaran Rumah Tangga baru sah apabila disetujui oleh dua per tiga jumlah suara yang hadir.

 

BAB X

PENUTUP

Pasal 23

  1. Perubahan Anggaran Rumah Tangga ditetapkan dan disahkan dalam Ikatan Doktor Ekonomi Indonesia.
  2. Anggaran Rumah Tangga ini, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari anggaran dasar Ikatan Doktor Ekonomi Indonesia.
  3. Dengan disahkannya Anggaran Rumah Tangga ini, maka Anggaran Rumah Tangga yang terdahulu dinyatakan tidak berlaku lagi.