Acara Launching IDEI, Program Strategis Komunitas Desa Digital Indonesia , dengan Ikon DESA INVESTASI .

Foto : Sesi Foto bersama Pengurus IDEI (Insan Doktor Ekonomi Indonesia)

Ironi itu masih berulang hingga sekarang. Kebutuhan orang kota dipasok orang desa. Tetapi sampai sekarang orang desa tetap mengalami kemiskinan. Mengapa hal ini terjadi?. Apakah adanya salah kelola ataukah dikelola orang yang salah?. Sebenarnya di desa ada beberapa permasalahan yang mendasar yaitu kurangnya update mengenai dunia luar, kurangnya pendidikan, dan kurangnya investor.

Untuk mengatasi beberapa permasalahan tersebut, ada beberapa cara antara lain :

Pertama, mengenai permasalahan kurangnya update bisa diatasi dengan cara membangun sarana jaringan internet di desa. Setelah pembangunan jaringan, akan dilanjutkan dengan membangun sarana informasi mengenai keseluruhan desa, mulai dari informasi kekayaan hasil desa, informasi keunggulan desa, informasi mengenai kesehatan desa, hingga membuat sebuah central ekonomi desa. Jadi semua produksi desa akan dikelola secara profesional oleh Holding Desa Citra.

Kedua, mengenai pendidikan bisa diatasi dengan cara merdeka belajar sekolah formal digital gratis untuk desa. Jadi Kementerian Desa dan Holding Desa Citra akan bekerja sama membuat sekolah formal digital untuk desa. Keuntungan dibuatnya program ini antara lain biaya sekolah dapat lebih murah dan bisa saja gratis. Program ini bisa dimulai untuk usia produktif SMA/SMK/D1. Selain itu terdapat pendampingan belajar dan bekerja.

Ketiga, mengenai kurangnya Investor yang masuk bisa diatasi dengan membuat sebuat platform INES (Investor Desa). Di mana platform INES akan terintegrasi dengan Komunitas Desa Digital Indonesia.

Komunitas Desa Digital Indonesia sendiri merupakan sebuah pusat informasi dan kegiatan desa mulai dari, informasi desa, ketahanan pangan desa, kesehatan desa, pendidikan dan pelatihan desa, pengembangan sumber daya desa, portal investor desa, marketplace hasil desa,  dan tata kelola desa.

Jadi setiap warga negara Indonesia, berhak dan boleh, bahkan wajib untuk jadi investor untuk desanya sendiri, atau desa desa yang memiliki potensi ekonomi yang bagus dan berkembang. Investasi mulai dari Rp.20,000/Lembar Saham Usaha Desa. Kita bisa menyelamatkan desa kita dari penjajah asing. Keuntungan dapat di terima langsung melalui saldo digital di akun masing masing. (IDEI-ADM)

Foto : Ketua IDEI Bapak Dr. Hary Soegiri. M.B.A., M.Si. bersama Dirjen Bina Penta Kemenaker Bapak Drs. Suhartono, M.M.
Foto : Ketua IDEI Bapak Dr. Hary Soegiri. M.B.A., M.Si. bersama Menteri Desa PDT (bawah) dan Menteri Ketenagakerjaan (atas)
Foto : Ketua idei bersama kepala badan pemberdayaan masyarakat desa , Kemendes PDT, bapak DR suprapedi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+